Rabu, 15 Januari 2014

Teori Asam dan Basa Arrhenius


Teori
  • Asam adalah zat yang menghasilkan ion hidrogen dalam larutan.
  • Basa adalah zat yang menghasilkan ion hidroksida dalam larutan.
Penetralan terjadi karena ion hidrogen dan ion hidroksida bereaksi untuk menghasilkan air.

imageimage

Pembatasan teori
Asam hidroklorida (asam klorida) dinetralkan oleh kedua larutan natrium hidroksida dan larutan amonia. Pada kedua kasus tersebut, kamu akan memperoleh larutan tak berwarna yang dapat kamu kristalisasi untuk mendapatkan garam berwarna putih – baik itu natrium klorida maupun amonium klorida.
Keduanya jelas merupakan reaksi yang sangat mirip. Persamaan lengkapnya adalah:

imageimage

imageimage

Pada kasus natrium hidroksida, ion hidrogen dari asam bereaksi dengan ion hidroksida dari natrium hidroksida – sejalan dengan teori Arrhenius.
Akan tetapi, pada kasus amonia, tidak muncul ion hidroksida sedikit pun!
anda bisa memahami hal ini dengan mengatakan bahwa amonia bereaksi dengan air yang melarutkan amonia tersebut untuk menghasilkan ion amonium dan ion hidroksida:

imageimage

Reaksi ini merupakan reaksi reversibel, dan pada larutan amonia encer yang khas, sekitar 99% sisa amonia ada dalam bentuk molekul amonia. Meskipun demikian, pada reaksi tersebut terdapat ion hidroksida, dan kita dapat menyelipkan ion hidroksida ini ke dalam teori Arrhenius.
Akan tetapi, reaksi yang sama juga terjadi antara gas amonia dan gas hidrogen klorida.

imageimage

Pada kasus ini, tidak terdapat ion hidrogen atau ion hidroksida dalam larutan – karena bukan merupakan suatu larutan. Teori Arrhenius tidak menghitung reaksi ini sebagai reaksi asam-basa, meskipun pada faktanya reaksi tersebut menghasilkan produk yang sama seperti ketika dua zat tersebut berada dalam larutan.

Selasa, 14 Januari 2014

Animasi pH Meter


  1. Pilih jenis larutan (Acid/Base/dll) pada kolom “Solution”
  2. Pilih larutan yang akan diuji pada kolom yang menunjukkan jenis larutan yang telah dipilih (Acid/Base/dll), diatas kolom Solution
  3. Tentukan molaritas dan volume pada kolom di sebelah kiri bawah
  4. Uji pH nya dengan mengklik “Insert Probes”, maka kuar akan masuk ke dalam larutan dan pH dan temperature akan terbaca
  5. Untuk mengeluarkan kuar, klik “Remove Probes”

Buruan download animasinya dan Selamat mencoba...! ^_^

KONSEP ASAM DAN BASA


  1. Menunjukan Asam dan Basa
Berkaitan dengan sifat asam dan basa, larutan dikelompokan kedalam tiga golongan, yaitu larutan asam, larutan basa, atau larutan netral. Untuk menunjukan keasaman dan kebasaan, yaitu dengan menggunakan indikator asam-basa. Indikator asam-basa adalah zat-zat warna yang mampu menunjukan warna berbeda dalam larutan asam dan basa.
Sifat asam-basa dari suatu larutan juga dapat ditunjukan dengan mengukur pH-nya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Dimana :
Larutan asam mempunyai pH < 7 (pH kurang dari 7)
Larutan basa mempunyai pH > 7 (pH lebih dari 7)
Larutan netral mempunyai pH=7
pH larutan dapat ditentukan dengan mengunakan indikator pH (indikator universal), atau dengan pH-meter.

  1.  Teori Asam-Basa Arrhenius
Konsep asam dan basa yang dikemukakan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927) pada tahun 1884.
a. Asam
        Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+. dengan kata lain pembawa sifat asam adalah ion H+. Dalam air mengalami ionisasi.
Contoh :
Asam cuka (CH3COOH)
CH3COOH(aq)    CH3COO-(aq) + H+(aq)
Asam klorida (HCl)
HCl(aq)     H+(aq) + Cl-(aq)

b. Basa
       Menurut Arrhenius, basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion OH-. Jadi, pembawa sifat basa adalah ion OH-. Basa Arrhenius merupakan hidroksida logam dan dalam air mengion.
Contoh :
Natrium hidroksida (NaOH)
NaOH  →  Na+ + OH-
Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
Ca(OH)  Ca2+ + 2OH-

Teori Asam-Basa  Bronsted-Lowry dan Lewis
1.      Pengertian Asam dan Basa Menurut Bronsted dan Lowry
        Pada tahun 1923 ahli kimia Denmark bernama Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry mengemukakan definisi tentang asam dan basa.
        Menurut Bronsted- Lowry suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut asam dan suatu zat penerima proton (proton aseptor) disebut basa.
Contoh :
HCl(aq) + H2O(l)     Cl-aq)+ H3O+(aq)
H2O sebagai basa karena menerima proton dari HCl

Pasangan Asam dan Basa Konjugasi
Suatu asam, setelah melepas satu proton, akan membentuk spesi yang disebut basa kunjugasi dari asam itu. Spesi itu adalah suatu basa karena dapat menyerap proton dan membentuk kembali asam semula.
Asam : Basa konjugasi + H+
Contoh :
HCl       H+   +   Cl-
Asam    Proton   Basa konjugasi

Suatu basa, setelah menyerap satu proton akan membentuk suatu spesi yang disebut asam konjugasi dari basa itu.
Basa + H+  :  Asam konjugasi
Contoh :
NH+  H+         NH4+
                Basa    Proton   Asam konjugasi

Suatu asam hanya melepas proton jika ada basa yang menyerap proton itu. Pada suatu reaksi asam-basa Bronsted-Lowry, asam berubah menjadi basa konjugasinya sedangkan basa berubah menjadi asam konjugasinya. Jadi, pada reaksi asam-basa Bronsted-Lowry terdapat dua pasangan asam-basa konjugasi. Pasangan yang terdiri atas asam dengan basa konjugasinya ditandai dengan Asam-1 dan Basa-1, sedangkan pasangan yang terdiri atas basa dengan asam konjugasinya ditandai dengan Basa-2 dan Asam-2. Rumus kimia pasangan asam-basa konjugasi hanya berbeda satu proton (H+).
Contoh :
HCl      +   NH3   →   Cl-    +   NH4+
Asam-1   Basa-2     Basa-1    Asam-2

2.      Teori Asam-Basa Lewis
           Asam adalah senyawa penerima (akseptor) pasangan elektron. Basa adalah senyawa pemberi (donor) pasangan elektron.
Contoh :
NH3 + H+ →  NH4+
           Dari contoh diatas H+ bertindak sebagai asamlewis sedangkan NH3bertindak sebagai basa lewis.
          Dimana NH3 adalah suatu basa karena memberi pasangan elektron, sedangkan ion H+ adalah suatu asam karena menerima pasangan elektron. Semua asam-basa Arrhenius maupun asam-basa Bronsted-Lowry memenuhi pengertian asam-basa Lewis.


Jumat, 10 Januari 2014

Petunjuk Memasang Aplikasi di Kimux atau Ubuntu


Kimux dibuat untuk membantu para pengguna pemula linux yang tidak ingin direpotkan dengan instalasi linux dan aplikasi kimia yang begitu banyak. Hanya dengan instalasi Kimux maka akan diperoleh paket linux beserta aplikasi kimia yang tinggal pakai.

Berikut cara memasang aplikasinya :

Cara #1
  • Pada Ubuntu di option System Tools, pilih Ubuntu Software Centre atau Synaptic Package Manager. lalu pilih aplikasi yang Anda inginkan.
  •  Pada Synaptic Package Manager pilih aplikasi yang belum terpasang pada PC Anda yang ditandai dengan icon aplikasi berwarna putih. Klik icon tersebut lalu klik Apply. Tunggu hingga semua proses pemasangan selesai.
Cara #2
Cara #3
  • Pada Ubuntu, di option Utilities klik "Terminal". Pada terminal ketik sudo apt-get install (diikuti nama aplikasi yang Anda ingin pasang), contoh sudo apt-get install avogadro. Lalu masukkan password sesuai password Ubuntu Anda. Klik enter sampai semua terpasang.


Jumat, 03 Januari 2014

Animasi Kesetimbangan Kimia

Berikut ini adalah cara menggunakan animasi kesetimbangan kimia beserta linknya


1. Untuk melihat materi caranya : Klik materi ® Pilih materi yang diinginkan (contoh: Pergeseran Kesetimbangan)


2. Untuk mengerjakan soal latihan caranya : Klik Latihan, dan coba kerjakan soal yang tersedia. Jika ingin mengetahui apakah yang kalian kerjakan benar atau salah, kalian bisa melihat jawaban yang sudah tersedia dengan cara Pilih/klik tulisan “Jawaban” di sebelah kanan soal



3. Nah, untuk kalian yang merasa sudah cukup menguasai materi ini, silahkan mengukur kemampuan kalian dengan melakukan test. Klik pada menu Test ® Jika sudah siap klik Sudah ® kerjakan soalnya dengan meng-klik option yang benar (a/b/c/d) ® Klik tombol panah kanan untuk mengerjakan soal selanjutnya.



4. Jika semua soal sudah dijawab, ketika kalian klik tombol selanjutnya, akan keluar Nilainya seperti di bawah ini


Silahkan download aplikasi ini. Selamat mencoba ... ! ^_^



Pergeseran Kesetimbangan dan Tetapannya (Kc & Kp)




Azas Le Chatelier menyatakan:Bila pada sistem kesetimbangan diadakan aksi, maka sistem akan mengadakan reaksi sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu menjadi sekecil-kecilnya.
Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.
Untuk reaksi:
A + B ↔ Co + D
KEMUNGKINAN TERJADINYA PERGESERAN
1. Dari kiri ke kanan,berarti A bereaksi dengan B membentuk C dan D, sehingga jumlah mol A dan B berkurang, sedangkan C dan D bertambah.
2.Dari kanan ke kiri,berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B. sehingga jumlah mol C dan D berkurang, sedangkan A dan B bertambah.
FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MENGGESER KESETIMBANGAN ADALAH :
a. Perubahan konsentrasi salah satu zat
b. Perubahan volume atau tekanan
c. Perubahan suhu

A. PERUBAHAN KONSENTRASI SALAH SATU ZAT
Apabila dalam sistem kesetimbangan homogen, konsentrasi salah satu zat diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu zat diperkecil, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut.

Contoh:2SO2(g) + O2(g) ↔ 2SO3(g)

- Bila pada sistem kesetimbangan ini ditambahkan gas SO2, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
- Bila pada sistem kesetimbangan ini dikurangi gas O2, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.

B. PERUBAHAN VOLUME ATAU TEKANAN
Jika dalam suatu sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan perubahan volume (bersamaan dengan perubahan tekanan), maka dalam sistem akan mengadakan berupa pergeseran kesetimbangan.
Jika tekanan diperbesar = volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlahKoefisien Reaksi Kecil.
Jika tekanan diperkecil = volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlahKoefisien reaksi besar.
Pada sistem kesetimbangan dimana jumlah koefisien reaksi sebelah kiri = jumlah koefisien sebelah kanan, maka perubahan tekanan/volume tidak menggeser letak kesetimbangan.
Contoh:
N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g)
Koefisien reaksi di kanan = 2
Koefisien reaksi di kiri = 4
  • Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar (= volume diperkecil), maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
  • Bila pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil (= volume diperbesar), maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
C. PERUBAHAN SUHU
Menurut Van`t Hoff:
  • Bila pada sistem kesetimbangan subu dinaikkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm).
  • Bila pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm).
Contoh:
2NO(g) + O2(g) ↔ 2NO2(g) ; ∆H = -216 kJ
Jika suhu dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
Jika suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.

HUBUNGAN ANTARA HARGA Kc DENGAN Kp
Untuk reaksi umum:
a A(g) + b B(g) ↔ c C(g) + d D(g)

Harga tetapan kesetimbangan:
Kc = [(C)c. (D)d] / [(A)a . (B)b]
Kp = (PCc x PDd) / (PAa x Pbb)

dimana: PA, PB, PC dan PD merupakan tekanan parsial masing-masing gas A, B. C dan D.
Secara matematis, hubungan antara Kc dan Kp dapat diturunkan sebagai:
Kp = Kc(RT) ∆n
dimana Dn adalah selisih (jumlah koefisien gas kanan) dan (jumlah koefisien gas kiri).
Contoh:
Jika diketahui reaksi kesetimbangan:
CO2(g) + C(s) ↔ 2CO(g)
Pada suhu 300C, harga Kp= 16. Hitunglah tekanan parsial CO2, jika tekanan total dalam ruang 5 atm!
Jawab:
Misalkan tekanan parsial gas CO = x atm, maka tekanan parsial gas CO2 = (5 – x) atm.
Kp= (PCO)2 / PCO2= x2/ (5 – x) = 16 → x = 4
Jadi tekanan parsial gas CO2 = (5 – 4) = 1 atm

Kamis, 05 Desember 2013

RPP Konsep Asam Basa

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMA / MA
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/Semester : XI/2

Alokasi Waktu : 2 X 40 menit

  1. Standar Kompetensi: Memahami sifat-sifat larutan asam-basa
  2. Kompetensi dasar: Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan
  3. Indikator Pencapaian Kompetensi:
    1. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius.
    2. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted-Lowry.
    3. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted-Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya.
    4. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis.
  4. Tujuan Pembelajaran
    Siswa dapat :
    1. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius
    2. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted-Lowry
    3. menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted-Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya
    4. menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis
  5. Materi Pembelajaran
    KONSEP ASAM DAN BASA
    1. Menunjukan Asam dan Basa
Berkaitan dengan sifat asam dan basa, larutan dikelompokan kedalam tiga golongan, yaitu larutan asam, larutan basa, atau larutan netral. Untuk menunjukan keasaman dan kebasaan, yaitu dengan menggunakan indikator asam-basa. Indikator asam-basa adalah zat-zat warna yang mampu menunjukan warna berbeda dalam larutan asam dan basa.
Sifat asam-basa dari suatu larutan juga dapat ditunjukan dengan mengukur pH-nya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Dimana :
Larutan asam mempunyai pH < 7 (pH kurang dari 7)
Larutan basa mempunyai pH > 7 (pH lebih dari 7)
Larutan netral mempunyai pH=7
pH larutan dapat ditentukan dengan mengunakan indikator pH (indikator universal), atau dengan pH-meter.
2. Teori Asam-Basa Arrhenius
Konsep asam dan basa yang dikemukakan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927) pada tahun 1884.
a. Asam
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+. dengan kata lain pembawa sifat asam adalah ion H+. Dalam air mengalami ionisasi.
Contoh :
Asam cuka (CH3COOH)
CH3COOH(aq) CH3COO-(aq) + H+(aq)
Asam klorida (HCl)
HCl(aq) H+(aq) + Cl-(aq)

b. Basa
Menurut Arrhenius, basa adalah senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion OH-. Jadi, pembawa sifat basa adalah ion OH-. Basa Arrhenius merupakan hidroksida logam dan dalam air mengion.
Contoh :
Natrium hidroksida (NaOH)
NaOH Na+ + OH-
Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
Ca(OH)2 Ca2+ + 2OH-

TEORI ASAM-BASA BRONSTED-LOWRY DAN LEWIS
1. Pengertian Asam dan Basa Menurut Bronsted dan Lowry
Pada tahun 1923 ahli kimia Denmark bernama Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry mengemukakan definisi tentang asam dan basa.
Menurut Bronsted- Lowry suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut asam dan suatu zat penerima proton (proton aseptor) disebut basa.
Contoh :
HCl(aq) + H2O(l) Cl-aq)+ H3O+(aq)
H2O sebagai basa karena menerima proton dari HCl

2. Pasangan Asam dan Basa Konjugasi
Suatu asam, setelah melepas satu proton, akan membentuk spesi yang disebut basa kunjugasi dari asam itu. Spesi itu adalah suatu basa karena dapat menyerap proton dan membentuk kembali asam semula.
Asam : Basa konjugasi + H+
Contoh :
HCl → H+ + Cl-
Asam Proton Basa konjugasi

Suatu basa, setelah menyerap satu proton akan membentuk suatu spesi yang disebut asam konjugasi dari basa itu.
Basa + H+ : Asam konjugasi
Contoh :
NH3 + H+ NH4+
Basa Proton Asam konjugasi

Suatu asam hanya melepas proton jika ada basa yang menyerap proton itu. Pada suatu reaksi asam-basa Bronsted-Lowry, asam berubah menjadi basa konjugasinya sedangkan basa berubah menjadi asam konjugasinya. Jadi, pada reaksi asam-basa Bronsted-Lowry terdapat dua pasangan asam-basa konjugasi. Pasangan yang terdiri atas asam dengan basa konjugasinya ditandai dengan Asam-1 dan Basa-1, sedangkan pasangan yang terdiri atas basa dengan asam konjugasinya ditandai dengan Basa-2 dan Asam-2. Rumus kimia pasangan asam-basa konjugasi hanya berbeda satu proton (H+).
Contoh :
HCl + NH3 → Cl- + NH4+
Asam-1 Basa-2 Basa-1 Asam-2

3. Teori Asam-Basa Lewis
Asam adalah senyawa penerima (akseptor) pasangan elektron. Basa adalah senyawa pemberi (donor) pasangan elektron.
Contoh :
NH3 + H+ NH4+
Dari contoh diatas H+ bertindak sebagai asamlewis sedangkan NH3bertindak sebagai basa lewis.
Dimana NH3 adalah suatu basa karena memberi pasangan elektron, sedangkan ion H+ adalah suatu asam karena menerima pasangan elektron. Semua asam-basa Arrhenius maupun asam-basa Bronsted-Lowry memenuhi pengertian asam-basa Lewis.

  1. Metode Pembelajaran
    a. Pendekatan Pembelajaran : Proses
    b. Model Pembelajaran : STAD
    c. Metode : Diskusi, Ceramah
  2. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Fase
Kegiatan
Alokasi Waktu
Awal/Pendahuluan
Orientasi
  • Guru mengucapkan salam pembuka untuk mengawali proses pembelajaran
  • Guru memeriksa kehadiran siswa


10 menit
Apersepsi
  • Guru menanyakan Tanya-Jawab/ lisan dengan siswa mengenai contoh asam dan basa dalam kehidupan sehari-hari.
Motivasi
  • Guru memberikan penjelasan kepada kepada siswa bahwa berdasarkan teori asam basa, kita dapat memahami keasaman (Ph).
Pemberian Acuan
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran untuk materi hari ini.
Pembagian Kelompok
  • Guru membagi siswa menjadi 16 kelompok.
  • Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran


Inti
Eksplorasi
  • Guru menjelaskan pengertian asam basa Arrhenius, Bronsted dan Lowry serta asam basa Lewis melalui diskusi kelas.
  • Siswa berlatih menentukan pasangan asam-basa Bronsted-Lowry
30 menit
Elaborasi
  • Guru Memberikan latihan soal tentang Asam Basa untuk dikerjakan secara berkelompok.
  • Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk berkolaborasi dengan teman sekelompok dalam mengerjakan latihan soal.
  • Guru berkeliling ke setiap kelompok untuk menanyakan kesulitan yang terjadi dalam mengerjakan soal
35 menit
Konfirmasi
  • Guru meminta perwakilan kelompok untuk maju mengerjakan soal secara bergantian.
  • Guru memberikan tanggapan positif berupa penguatan pada kelompok yang telah dapat menyelesaikan tugasnya.
5 menit
Evaluasi
  • Guru menanyakan konsep mana yang mereka belum paham
5 menit
Penutup
Penghargaan
  • Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang menjawab latihan soal dengan baik
5 menit
Refleksi
  • Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi hari ini
  • Guru menutup pembelajaran hari ini.